Pages

Puisi Kedua : Menyesal

Pada postingan kedua ini aku kembali memuat sebuah puisi karya aku sendiri. Puisi ini baru saja aku buat beberapa hari yang lalu masih dengan bantuan temanku. Hhehehe. Karena hingga saat ini aku masih merasa kesulitan untuk mencari kata-kata kias dan mengkombinasikannya. Jadi untuk puisi ini aku yang mencari kata-katanya, temanku yang mengubah beberapa kata tersebut menjadi kata yang berkias. Tetapi intinya ini adalah puisi karya aku sendiri. 
Langsung saja ini puisinya

Menyesal

Dentang Denting jam berbunyi
Sadarkan diriku dari lamunan panjang 
Tersandar diriku di dinding kamar
Melihat kegelapan dan kegundahan

Kutumpahkan air mata kesedihan yang
mengalir dari tiap bagian tubuhku
Goresan yang menyakitkan hati
Merenungi apa yang terjadi dalam hidupku

Menyesal menyesal menyesal
Seribu penyesalan telah melanda diriku
Gadis bodoh yang mengais maaf
Demi kesalahan di masa lalu
Maafkan aku...

Kata berganti tangis
Semuanya terhenti
Menanti sekeping hati yang telah pergi
Kembalilah... 

Tak pernah kah kau sadari aku menginginkanmu
Tak peduli kah kau denganku
Dengan perasaanku
Tak mau kah kau memberiku kesempatan untuk kedua kalinya

Sungguh, tak pernah aku berhenti berharap
Mengharap suatu yang tak pasti
Mengejar angan-angan palsu

Lelah hati tuk meyakinkanmu
Tuk percaya padaku
Tuk percaya pada hati ini
Bahwa aku sungguh

Nah, begitulah isi puisi aku yang kedua. Kalo rada-rada aneh maaf. Tapi ya beginilah hasilnya. Mohon komentarnya yaa. Komentar Anda semua akan sangat membantu saya untuk menjadi lebih baik. :)
 

1 komentar:

GUSLIANNOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOR mengatakan...

visit my blog ya ma jangan lupa follow dan like ya,,,,
alamatnya: http://gusliandra.blogspot.com

makasih banyak ya,,,,,,

Posting Komentar